Semilir angin di penghujung autumn membelai kulitku. Begitu lembut hingga ku terbuai. Banyak wajah tertunduk menahan desau angin menerpa wajah. Seorang wanita dengan sweater biru berjalan menunduk. Jemari tangan nya menari mendendangkan irama yang hinggap di kedua telinga. Tak lama tampak ia menaikan kapuchon menutupi ubun-ubun nya. Berlalu di hadapanku, dengan air mata yang terburai. Sesekali jemarinya menyeka lelehan air mata nya. Ia mempercepat langkahnya dengan kekecewaan yang menggelayuti wajahnya. Autumn, tak hanya menggugurkan dedaunan tapi juga hati.

Advertisements