Dear Vira

Aku harap kau dalam keadaan sehat, saat menerima surat ini. Sebenarnya aku tidak tau apakah surat ini bisa sampai ke tanganmu atau tidak. Namun aku percaya, kecanggihan teknologi saat ini mampu mengirimkan surat ini padamu di 20 tahun silam.

Dunia ini semakin hebat Vir, kecanggihan teknologi yang dulu hanya bisa kita impikan, benar-benar terjadi. Indonesia Vir, yaaa…tanah air yang sejak dulu slalu kau banggakan, benar-benar menjadi lebih baik. Kamu dan teman-temanmu yang dulu berjanji dan bertekad untuk kembali, benar-benar menepati janjinya.

Kamu masih ingat kan, ketololan dan cengengnya kamu? Menangis hanya untuk seorang lelaki yang juga tak pernah jelas. Hehehehe, yaaaa dia menjadi ayah dari anak-anak ku sekarang. Kami memiliki 2 orang putra dan seorang putri. Terimakasih atas air mata perjuangan mu dulu Vir. Semuanya benar-benar nyata sekarang.

Oiya, sekarang aku tak lagi menggunakan kaca mata dengan minus tinggi. Kelelahan mata yang dulu selalu kamu gunakan untuk menatap layar komputer, menyelesaikan tugas-tugas mu hingga larut malam, atau kau hanya menyempatkan membaca dan menulis untuk novel-novel mu kini sudah ku obati. Teknologi ini benar-benar menyembuhkanku.

Berkat kerja kerasmu dulu, saat ini aku menjadi komisaris dan konsultan untuk beberapa perusahaan. Semuanya bergerak dalam bidang yang berbeda. Yaaaaah…perbedaan jurusan kuliahmu dulu benar-benar membuatmu kaya. Kaya dengan ilmu. Semuanya benar-benar terbayarkan Vir.

Cita-cita kamu untuk membangun sekolah di Indonesia dan juga panti asuhan, sudah terlaksana. Sekolah ini aku beri nama SD. ANAK BANGSA. Kamu tau Vir, mereka semua gratis sekolah disini, aku mendapatkan banyak bantuan dari teman-teman kamu dulu yang sekarang juga banyak yang menjadi rekananku. Sebagian dana nya juga berasal dari anak-anak di panti asuhan yang sudah melanglang buana hingga daratan Eropa. Bahkan mereka meminta ku untuk lagi tidak mensupport dana panti, karena mereka yang akan bergantian mensupport nya.

Aaaaaah iya, masjid Abderrahman impianmu???? sudah berdiri megah di Korea, yaaaa tempatmu menghabiskan malam-malam di lab hehehe. Aku berhasil membeli tanah di Seoul dengan kemampuan Bahasa Korea ku yang sudah bisa diacungi jempol hehehe…

Kamu pasti masih ingat Icha kan? Teman mu yang selalu bersama. Saat ini kami juga masih bersama. Ia sudah memiliki anak 4 orang. Dan cerita kita dulu benar-benar terulang, putra sulungku malah jatuh hati dengan putri kedua Icha… See Vir, cerita-cerita dulu semuanya terulang meski dengan versi yang berbeda. Icha menjadi salah satu mentri di kabinet baru Tanah Air. Achmad Adhitya, yang saat itu tersesat dalam kampus KAIST saat menghadiri acaramu, yang selalu mengajak mu rapat online, masih ingat kan? saat ini ia sudah tidak kurus lagi, tubuh cekungnya kini menjadi cembung, dia lah Presiden kita saat ini. Iyaaa..presiden Indonesia, lebih dari sekedar Presiden Perpika lah pastinya hehehe. Victoria Sabon, Albertus Sitanggang mereka masih selalu digosipkan meski sudah berumah tangga … dan mereka juga menduduki kursi-kursi kabinet Adhit. Rata-rata orang-orang yang duduk dalam parlemen ini hampir semuanya aku kenal, masih teman-teman terdekat kita dulu, yang sering rapat online hingga larut malam. Letih mu benar-benar terbayarkan Vir!!!!

Kamu tau Vir, Indonesia kini telah memiliki nuklir sendiri, yaaaa made in Indonesia. Siapa lagi kalau bukan teman kita Ai Melani yang menjadi ahli nuklir Indonesia saat ini. Amerika pun sudah menandatangani perjanjian pembelian nuklir dari Indonesia. Indonesia saat ini benar-benar luar biasa Vir..

Kamu pasti bertanya-bertanyana, lantas aku sekarang bekerja sebagai apa? Aku ditugaskan Pak Presiden untuk membantu pelajar-pelajar kita. Aku menjadi mentri pendidikan Vir, seperti doa-doa orang disekitarmu dulu, yang selalu bilang kalau kamu calon mentri. Hehehehe…kutukan silsilah Tan’s Family memang menjadikan ku untuk terus berada di jalur pendidikan. Jangan kamu kira obrolan kasur kita dulu hanya menguap begitu saja, strategi-strategi itu aku terapkan disini. Pendidikan Indonesia tak lagi seperti dulu. Pelosok-pelosok Indonesia tak lagi ada yang buta huruf.

Teman-teman ilmuwan kita dulu, mereka kembali ke Indonesia dan benar-benar mengaplikasikan ilmunya. Tak ada lagi perusahaan-perusahaan yang di kepalai oleh orang asing disini. Indonesia benar-benar kaya. Kaya dengan orang-orang pintar dan berbudi pekerti. Seperti kata Pak Palgunadi, jangan hanya berilmu tapi juga berjiwa baik. Kata-kata beliau masih dan selalu aku suarakan kepada siapapun, dan kuterapkan hingga saat aku menulis surat ini.

Suamiku kini adalah seorang professor. Ia sering menjadi dosen tamu di beberapa universitas di negaranya, Perancis dan Korea (kampusnya dulu). Seperti yang selalu menjadi mimpi kita Vir, aku, suamiku, Icha, dan beberapa rekan lainnya membuat satu markas untuk membuat penelitian-penelitian baru.

6 buah novel dan beberapa buku karanganku juga telah terbit Vir. Semuanya laris manis, aku berterimakasih untuk semua rasa keingintahuanmu yang luar biasa, untuk kenekatanmu yang juga luar biasa. Tak ada yang menguap, dan hilang begitu saja, setidaknya mereka menjadi embun.

AKu masih menyanyi hingga sekarang Vir, meski suaraku sudah mulai bergetar karna usia dan tak lagi dapat mencapai beberapa nada. Band-band kita dulu mulai dari Band Wet-V saat SMA, bayangkan saja, keyboardist kita Azwita Healthy kini menjadi dosen sastra inggris yang memiliki sekolah internasional, Ivana ALona, sudah menjadi dokter spesialis dan memiliki rumah sakit umum kecil dengan gratis pengobatan untuk mereka yang tak mampu. Fistari amelza, tak hanya menjadi juragan laundry di Medan, tapi usahanya sudah berkembang hingga ke beberapa pulau di Indonesia. Aaaaaah band- band ini benar-benar gila.

Grup kita saat kita kuliah dulu di Korea, hahahaha grup yang dulunya hanya cuma bisa merekam lagu dan mempublikasikannya lewat Youtube dan FB, benar2 menjadi grup ter-intelek. Bayangkan saja, vokalisnya adalah seorang mentri pendidikan, kecrek-kecrek yang kita buat dari beras dalam botol plastik, pemainnya adalah seorang mentri juga (Icha), pemain gitar kita yang dulu bahkan sama sekali tak tau cara untuk memegang gitar (Rikno) adalah seorang pemilik perusahaan beras ternama di Indonesia, Fahdi pemain drum ala galon aqua kita yang sudah membuat banyak buku cara cepat belajar Korea, sudah memiliki sekolah internasional berstandar Korea, banyak siswanya yang kemudian melanjutkan ke Korea. Aaaaaaah smuanya benar-benar hebat dan berhasil Vir.

Kata-kata yang sejak dulu ditanamkan Papa ke kita benar-benar indah jika dilihat saat ini. Aku menjadi seorang profesor yang bisa bernyanyi, begitu pula dengan teman-teman kita. Bukan menjadi penyanyi dengan gelar Profesor atau doktor. Meski aku sudah tua, meski aku bukan bekerja sebagai penyanyi, dengan kerjaanku sekarang, aku masih bisa menyisihkan waktu untuk bernyanyi dengan mereka yang kucinta..

Kata-kata mama yang dulu tampak sedikit memaksa kita, untuk belajar banyak hal dan membiasakan kita untuk bisa segala hal, pun benar-benar membuatku tak menyesal melaksanakannya dulu.

Aku harap, kau tak akan pernah menyerah Vir, mimpimu akan menjadi nyata, dan letihmu akan terbayar. Sampai jumpa 20 tahun mendatang dan kau akan melihat apa yang aku tuliskan saat ini. Jangan pernah mengeluh, beritakan ini pada kawan-kawan kita, katakan kalau kau telah mendapatkan sedikit bocoran dari masa depan, dan kita semua berhasil. Tak ada yang mustahil, hanya perlu berembuk, berjanji, dan tepati janjimu dan teman-temanmu untuk membangun khatulistiwa. Tetaplah bermimpi dan berlari menggapainya. Sekian dari ku Vir, aku tunggu kau dalam 20 tahun.

salamku untuk mu di masa sekarang,

dariku, Vira di masa yang akan datang

ps: mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, tokoh, ini hanya mimpi yang berusaha di kejar hehehe

Advertisements