Kota ini masih sunyi…tanpa suara
Hanya berteman bangunan tua eksotik menghias
Lampu kota temaram dan beberapa kendaraan tampak berlalu lalang
Semua sibuk tanpa peduli sekitar

Seorang gadis berpayung biru masih terpaku disudut jalan
Pakaiannya tampak lusuh, tangannya gemetar menggenggam payung
Wajah pucat tersembul dari balik kerudung yang membalut marwah
Tangannya tampak merogoh tas yang terselempang di tubuhnya

Iapun mendapati secarik foto yang tampak remuk
Ia mencoba membenarkan setiap lekuk remuk foto itu
Sosok tampan dan gagah terpampang disana
Mengenakan baju putih dan lensa yang menerangi binarnya

Dipandanginya foto itu tanpa pedulikan setiap tubuh yang menabraknya
Lalu lalang insan didepannya yang sibuk mengenakan payung
Menabrak tubuh lemahnya dan sesekali payung mereka saling bersinggungan
Ia hanya pandangi wajah dalam gambar

Sesekali terlihat ia meneteskan air mata sambil melekatkan gambar itu di dadanya
Sesekali ia terlihat seolah seperti berbicara pada wajah dalam gambar itu
Ia berbicara layaknya itu nyata

Ia tak beranjak sesenti pun, ia tetap disudut kota
Meski sunyi yang ia rasakan tak sebenarna
Sesekali tampak ia nyaris tertidur dengan gambar yang erat di jemarinya
Gambar itu tetap tersenyum sama seperti saat pertama kali diambil

Senyum yang selalu ia simpan
Senyum yang selalu temani hari2nya
Meski hanya sebuah gambar, namun cukup nyata tuk lukiskan rasa
Iapun kembali menyimpan senyum itu dalam tas yang tergantung ditubuhnya
Melipat payung birunya, dan membenarkan letak kerudungnya
lantas membentangkan sehelai kain dan berbincang dengan-Nya dalam khalwat malamnya

Advertisements