Tangan ini masih penuh oli hitam untuk menyeka air mata yang meleleh panas
Tangan ini masih gemetar tuk dapat menggenggam apapun disekitar tuk bertahan
Lidah ini masih kelu tuk suarakan satu cinta

Sosok gagah, tampan terbalut pakaian berlapis emas
Berdiri menatap pasti setiap yang melintas di hadapannya
Sesekali ia menggigit bibir bawahnya yang kering karna terpaan salju
Sesekali jemarinya meremas erat sisi pakaian bangsawan
Memejamkan mata, hingga ia berlari ke suatu tempat
Sunyi, hanya sesekali suara kicauan terdengar di langit biru terbentang

Ditariknya sedikit balutan emas yang memenuhi tubuh itu
Bibirnya tampak sibuk mengucapkan beberapa doa
Aaaaaaah, luka meradang yang sedikit menganga
Tampak menghias beberapa permukaan tubuh kekar itu
Basah, dan bernanah, dan beberapa lalat tampak disekitarnya

Cepatlah mengering!!sambil dikipasnya luka itu dengan sehelai daun kering
Hembusan yang diberikan dari sela2 katup bibirnya pun ikut coba keringkan bagian luka
Namun usahanya sia2 ketika sosok lain berlari dan ambilkan gulungan kain perca
Diraihnya luka itu dan serta merta membalutnya dengan perca

Jangan!!!
Jangan kau balut luka ini, biarkan ia mengering
Biarkan nanah ini keluar dan tetanus tak menyerangku
Sapa lelaki tampan itu…

Kau terpandang dinegeri ini
Smua orang salut padamu
Smua orang memandangmu dengan decak kagum
Semua bersorak dan bertepuk melihat kegagahan dan apa yang kaulakukan
Mereka tak perlu tau luka ini
Mereka tak perlu lihat kebusukan ini
Mereka tak perlu cium busuk ini
balas pria yang membalut luka itu dan melapisinya dengan pakaian emas tadi

Jangan!!!
Tolong aku, aku ingin sembuh, dan kembali hadir tuk mereka semua dalam keadaan yang sempurna
Aku ingin berdiri lebih lama, dan melihat mereka bangga padaku
Tidak dengan cara menutup luka yang akan membunuhku perlahan
Tak guna kau capai semuanya meski aku berada di puncak tertinggi
Jika aku tak lebih dari balutan bangkai yang suatu saat akan membunuhku

Mengapa kau tak berikanku sedikit cinta? tanyanya lirih dengan nada merendah
“Aku, kami semua mencintaimu, percayalah lukamu akan sembuh perlahan”
Luka ini harus terbuka, bukan terbungkus…
kau tak akan mati hanya karna luka yang terbungkus perca…
Kenakan pakaian emas ini, berjalan gagah dan tersenyumlah pada semua..

Senyum tersungging dengan bakteri yang merambat pasti dan gerogoti setiap luka

Advertisements